MOTIVASI BELAJAR

Motivasi belajar merupakan faktor yang paling penting untuk menentukan keberhasilan belajar seseorang. Faktor lain yang menentukan hasil belajar seseorang diantaranya adalah : guru, sarana dan prasarana, suasana belajar serta kondisi lingkungan disekitarnya. Sesuatu yang cukup unik adalah motivasi belajar antara individu yang satu dengan yang lainnya berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan tujuan dan cita – cita mereka serta tingkat kesadaran mereka tentang pentingnya belajar. Agar lebih jelas unutk memberikan penjelasan tentang perbedaan motivasi belajar seseorang yaitu :

1.      Perbedaan Fisiologis.
2.      Perbedaan Rasa Aman.

 

3.      Perbedaan kasih sayang atau perhatian yang diterimanya.
4.      Perbedaan harga diri

 

5.      Perbedaan akulturasi diri

 

Berasal dari mana saja dorongan belajar itu muncul. Perhatikan dibawah ini:
1.         Dari luar (eksternal)
Faktor eksternal biasanya berasal dari luar yang mampu mempengaruhi kondisi psikologis seseorang sehingga termotivasi untuk belajar lebih giat.
2.         Dari dalam (internal)
Faktor ini disebabkan oleh kesadaran diri akan pentingnya belajar bagi kehidupan sesorang.
 
Dalam suatu pembelajaran matematika pasti mengalami suatu kejenuhan yang melanda tiap individu. Salah satu tujuan dari pembelajaran matematika adalah membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, kritis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut tidak mudah. Berbagai persepsi awal yang dimiliki siswa terhadap pelajaran matematika, telah membentuk sikap yang beragam. Ada yang memiliki minat yang tinggi terhadap matematika, namun tidak sedikit yang bersikap phobia terhadap matematika. Hal ini dikarenakan pengalaman belajar yang pernah mereka rasakan.

 

Sikap jenuh yang mereka rasakan bisa disebabkan karena ketidakmampuan mereka mengerjakan setiap soal yang diberikan, atau juga karena mereka sulit untuk memahami materi yang diajarkan. Kejenuhan ini juga sering ditimbulkan oleh guru pengajarnya. Karena guru kurang memiliki kemampuan menguasai metode, strategi dan pendekatan belajar yang dapat membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan membangkitkan minat. Untuk dapat menyiasati kondisi belajar itu agar dapat berpengaruh positif pada siswa dan tidak menimbulkan kejenuhan, diantaranya melalui langkah –langkah berikut:

 

1.    Memberikan motivasi.
2.    Menciptakan suasana belajar belajar yang menyenangkan.
3.    Membuat lingkungan belajar yang menggairahkan.
4.    Mengadakan Refreshing

 

Sumber:

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s