SITUS-SITUS PENDIDIKAN

Pendidikan adalah suatu hal yang diperlukan oleh anak-anak. eits….ngak cuma anak-anak aja, orang dewasa juga harus tau perkembangan pengetahuan yang ada. Pendidikan tidak hanya didapat dari lembaga formal, media pembelajaran serta pendidikan sudah semakin berkembang pesat, dengan mudah dimana saja kita bisa mengakses pengetahuan yang kita perlukan. So…..nie ada beberapa situs pendidikan yang bisa jadi referensi buat temen-temen semua. Kalo belajar itu mudah, tak perlu dipersulit kan???
Di sini kita bisa belajar matematika dengan lebih menyenangkan
ada banyak sola latihan yang bisa di download juga lhoo
 
Yang pengen ngungkapin uneg-uneg seputar dunia pendidikan
kalian bisa tukar pendapat di sini, jangan sungkan-sungkan
demi kemajuan pendidikan di indonesia
 
Yang kesulitan belajar matematika, situs ini akan memudahkan anda
mathematic is easy
 
Situs pendidikan anak yang satu ini menyajikan informasi berupa Pengetahuan Komputer, Pengetahuan Umum, Cerita anak, Pelajaran Sekolah, Konsultasi, Seputar Pendidikan, dan masih banyak lagi

BIOGRAFI PYTHAGORAS

Pythagoras dalam matematika sudah kita temui sejak kita duduk di SMP (Sekolah Menengah Pertama). So,,, udah nggak asing lagi buat anak sekolah. Teori yang mengatakan bahwa panjang sisi miring segitiga siku-siku adalah jumlah kuadrat dua sisi siku-sikunya atau disimbolkan c2 = a2 + b2. Teori ini dikemukakan oleh seorang matematikawan  dari Pulau Samos. ini dia ada sejarah singkat perjalanan hidup Pythagoras

 

Pythagoras lahir pada 580 SM di Pulau Samos, Yunani. Dia berayah seorang pedagang kaya bernama Mnesarchus dari kota Tirus, Phoenicia, sekarang bernama kota Sur, masuk wilayah Libanon. Mnesarchus dikenal sangat dermawan pada warga Samos sehingga mendapat anugrah sebagai warga kehormatan kota Samos. Ibu Pythagoras berdarah asli Samos, bernama Pythais yang dinikahi Mnesarchus untuk menyempurnakan statusnya sebagai warga kota Samos.
 
 

 

Masa kecil Pythagoras penuh kebahagiaan dan semua kebutuhannya tercukupi dengan baik, mengingat ayahnya seorang saudagar kaya. Pythagoras kecil juga banyak melakukan perjalanan ke berbagai kota mengikuti sang ayahanda.Pengalaman mengunjungi banyak kota perdagangan itu menyenangkan hati dan memacu keingintahuannya untuk lebih mendalami berbagai macam pengetahuan. Oleh ayahnya, Pythagoras kecil lantas diserahkan pada Creophilus untuk diberikan pendidikan secara khusus. Guru Creophilus mengakui bahwa Pythagoras mempunyai pesona dari sorga dan memiliki kecerdasan luar biasa. Sebagaimana putra-putra Yunani terdidik, Pythagoras pun mempelajari karya-karya sastra, puisi dan bermain musik.

 

 
 

 

Setelah dinyatakan lulus dari Guru Creophilus, Pythagoras selanjutnya berguru pada Pherekydes. Guru kedua itu juga memberikan banyak bekal pada Pythagoras mengenai filsafat, mistik dan mitologi. Pherekydes merupakan guru yang hebat dan selalu dikelilingi pemuda-pemuda yang ingin mempelajari berbagai hal. Tahun 562 SM Pythagoras berlayar dari Samos ke Miletus untuk menemui filosuf Thales. Pada waktu itu sebenarnya, Guru Thales karena usianya sudah uzur tidak lagi mengajar. Thales lahir 625 SM, berarti ketika Pythagoras datang menemuinya, filosuf Thales sudah berusia sekitar 63 tahun. Tugas sehari-hari mengajar telah diserahkan pada murid seniornya, Anaximander.

 

 
 

 

Pada tahun 520 SM Pythagoras kembali ke negeri leluhurnya di Pulau Samos. Keadaan kampung halamannya ternyata hancur berantakan. Pasukan tentara Persia telah meluluhlantakkan segalanya .
Di Samos Pythagoras mencoba mendirikan sekolah yang disebutnya Semicircle. Dia mengajarkan kebajikan-kebajikan untuk kembali menata kota Samos. Pythagoras kembali berkelana sambil mengajarkan pandangan hidupnya kepada siapa saja yang mau mendengarkan. 

 

PENDEKATAN DEDUKTIF

Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus. Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum dan diikuti dengan contoh – contoh khusus atau penerapan aturan, prinsip umum ke dalam keadaan khusus. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya menggunakan pola pikir yang disebut silogisme. Silogisme terdiri dari dua macam pernyataan  yang bernilai benar dan sebuah kesimpulan.

Pembelajaran deduktif merupakan imbangan yang sangat dekat bagi model pembelajaran induktif. Keduanya dirancang untuk mengajarkan konsep dan generalisasi, mengandalkan contoh dan bergantung pada keterlibatan guru secara aktif dalam membimbing siswa. Perbedaan terletak pada urutan kejadian selama pembelajaran, keterampilan berpikir, cara memotivasi dan waktu yang diperlukan serta biasanya pada pembelajaran pendekatan deduktif seorang guru harus lebih aktif daripada siswanya. Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan simulasi. Ciri-ciri pembelajaran deduktif adalah sebagai berikut :

a)   Berorientasi pada siswa

b)   Berstruktur tinggi

c)    Penggunaan waktu yang lebih efisien

d)   Kurang memberi kesempatan untuk belajar sewaktu-waktu

Sintak pembelajaran deduktif adalah :

a)   Menyatakan abstraksi

b)   Memberi ilustrasi

c)    Aplikasi

d)   Penutup

Kelebihan :

a)    Cara yang mudah untuk menyampaikan isi pelajaran.

b)   Pendekatan ini sesuai untuk digunakan dalam proses belajar mengajar, guru memberikan  

     penerangan sebelum memulai pengajaran dan pembelajaran.

Pendekatan deduktif adalah pembelajaran yang dimulai dengan memberikan sesuatu yang bersifat umum, kemudian peserta didik diminta memberikan contoh-contoh yang sesuai dengan pernyataan semula. Pembelajaran akan sangat mudah diingat oleh siswa jika disertai dengan contoh-contoh konkrit yang dapat dialami dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran akan efektif jika disesuaikan dengan lingkungan siswa dalam kesehariannya sehingga mudah dipahami. Pendekatan deduktif ( deductive approach ) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik kesimpulan ( conclusion ) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus ( going from the general to the specific ). Dari uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwapendekatan deduktif adalah suatu pendekatan dengan cara menarik kesimpulan dari hal yang  dari bersifat umum  ke khusus yang diperoleh dari suatu pengamatan maupun pengalaman.

KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA

Sebagai seorang guru yang sehari – harinya mengajar di sekolah pastinya menemui beberapa masalah yang di hadapi anak – anak pada saat proses belajar mengajar berlangsung. seorang guru harus mengetahui bagaimana cara menghadapi anak – anak yang mengalami kesulitan belajar matematika. Fenomena tersebut sering terjadi. 

Faktor Penyebab :
1. fisiologis
2. Kecerdasan
3. Motivasi
4. Minat
5. Lingkungan Keluarga
6. Lingjungan Masyarakat
7. Guru
8. Media Pembelajaran
Kesulitan belajar tidak selalu disebabkan oleh faktor intelegensi yang rendah, akan tetapi juga disebabkan oleh faktor-faktor selain intelegensi. Hal tersebut berarti bahwa IQ tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. Sulit belajar matematika tidak berarti anak tersebut tidak mampu belajar, tetapi mengalami kesulitan tertentu yang menjadikannya tidak siap belajar. Kesulitan belajar matematika pada umumnya berkaitan dengan ketidakmampuan anak  dalam membaca, imajinasi, mengintegrasikan  pengetahuan dan pengalaman, terutama dalam  memahami soal-soal cerita. Anak-anak terkadang sulit untuk mencerna sebuah fenomena yang  masih abstrak, sehingga sesuatu yang abstrak tersebut harus divisualisasikan atau dibuat konkret sehingga bisa dipahami.

MOTIVASI BELAJAR

Motivasi belajar merupakan faktor yang paling penting untuk menentukan keberhasilan belajar seseorang. Faktor lain yang menentukan hasil belajar seseorang diantaranya adalah : guru, sarana dan prasarana, suasana belajar serta kondisi lingkungan disekitarnya. Sesuatu yang cukup unik adalah motivasi belajar antara individu yang satu dengan yang lainnya berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan tujuan dan cita – cita mereka serta tingkat kesadaran mereka tentang pentingnya belajar. Agar lebih jelas unutk memberikan penjelasan tentang perbedaan motivasi belajar seseorang yaitu :

1.      Perbedaan Fisiologis.
2.      Perbedaan Rasa Aman.

 

3.      Perbedaan kasih sayang atau perhatian yang diterimanya.
4.      Perbedaan harga diri

 

5.      Perbedaan akulturasi diri

 

Berasal dari mana saja dorongan belajar itu muncul. Perhatikan dibawah ini:
1.         Dari luar (eksternal)
Faktor eksternal biasanya berasal dari luar yang mampu mempengaruhi kondisi psikologis seseorang sehingga termotivasi untuk belajar lebih giat.
2.         Dari dalam (internal)
Faktor ini disebabkan oleh kesadaran diri akan pentingnya belajar bagi kehidupan sesorang.
 
Dalam suatu pembelajaran matematika pasti mengalami suatu kejenuhan yang melanda tiap individu. Salah satu tujuan dari pembelajaran matematika adalah membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, kritis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut tidak mudah. Berbagai persepsi awal yang dimiliki siswa terhadap pelajaran matematika, telah membentuk sikap yang beragam. Ada yang memiliki minat yang tinggi terhadap matematika, namun tidak sedikit yang bersikap phobia terhadap matematika. Hal ini dikarenakan pengalaman belajar yang pernah mereka rasakan.

 

Sikap jenuh yang mereka rasakan bisa disebabkan karena ketidakmampuan mereka mengerjakan setiap soal yang diberikan, atau juga karena mereka sulit untuk memahami materi yang diajarkan. Kejenuhan ini juga sering ditimbulkan oleh guru pengajarnya. Karena guru kurang memiliki kemampuan menguasai metode, strategi dan pendekatan belajar yang dapat membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan membangkitkan minat. Untuk dapat menyiasati kondisi belajar itu agar dapat berpengaruh positif pada siswa dan tidak menimbulkan kejenuhan, diantaranya melalui langkah –langkah berikut:

 

1.    Memberikan motivasi.
2.    Menciptakan suasana belajar belajar yang menyenangkan.
3.    Membuat lingkungan belajar yang menggairahkan.
4.    Mengadakan Refreshing

 

Sumber:

 

 

STRATEGI BELAJAR MATEMATIKA

    A. Strategi Belajar Mengajar Matematika

                 Stategi Belajar Mengajar adalah kegiatan guru dalam pembelajaran yag dapat memberi kemudahan atau fasilitas kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pengajaran yang telah disampaikan. Dalam menjalankan tugasnya, setiap guru yang akan melaksanakan pembelajaran dikelas akan memilih strategi tertentu agar melaksanakan pembelajaran dikelas agar berjalan lancer dan hasilnya optimal. Setiap guru akan mempersiapkan strategi pembelajaran yang tepat.
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yag terjadi antara guru dan siswa. Sedangkan secara umum, strategi belajar mengajar mempunyai suatu garis – garis besar tindakan dalam suatu usaha mencapai hasil yang telah ditentukan. Strategi mengajar adalah seperangkat kebijaksanaan yang terpilih yang telah dikaitkan dengan faktor  yang menentukan strategi pembelajaran mengajar antara lain :
a.    Pemilihan materi (guru dan murid)
b.   Penyajian materi pembelajaran (perorangan atau belajar mandiri
c.    Cara penyampaian materi (indktif atau deduktif, analitis atau sintetis, formal atau non formal
d.  Sasaran penerima materi pembelajaran (kelompok, perorangan, heterogen atau homogen)
Tujuan pembelajaran antara lain :
a.    Aspek Kognitif : Pengenalan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
b.  Afektif : penerimaan akan sikap/interest, meresponsi, menilai sikap, mengatur sikap, menginternalisasi           sikap
c.    Psikomotor : persepsi atas rangsangan, kesiapan bertindak secara fisik, respon yang terarah, respon yang  
mekanis, respon yang disadari
          Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengertian strategi dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika adalah strategi atau cara yang direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan lancar dan tujuannya yang berupa hasil belajar bisa tercapai dengan optimal. Strategi belajar mengajar terdiri dari metode dan teknik yang akan menjamin siswa mencapai tujuan.
 
       B. Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM)
              Untuk memperoleh hasil belajar, salah satu pendekatan umum yang dapat digunakan adalah  
          pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). 
 
          Dari segi guru :
 
          A = Aktif, guru aktif :
 
ü  Memantau kegiatan siswa
ü  Memberikan umpan balik
ü  Mengajukan pertanyaan yang menantang
ü  Mempertanyakan gagasan siswa
          I = Inovatif, guru :
ü  Memberikan beberapa metode dalam kegiatan pembelajaran
ü  Dapat menciptakan suasana yang tidak membosankan
K = Kreatif, guru :
          ü  Mengembangkan kegiatan yang beragam
          ü  Membuat alat bantu belajar
E = Efektif, guru :
   ü  Mencapai tujuan pembelajaran
M = Menyenangkan, guru :
ü  Tidak membuat anak takut :
−        Takut salah
−        Takut ditertawakan
−        Takut dianggap sepele

 

          Dari segi siswa :
 
A = Aktif, siswa aktif :
ü  Bertanya
ü  Mengemukakan gagasan
ü  Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya
I = Inovatif,  siswa :
ü  Berfikir logis dan mencari materi dari berbagai sumber
K = Kreatif, siswa :
ü  Merancang atau membuat sesuatu
E = Efektif, siswa :
ü  Menguasai keterampilan yang diperlukan
M = Menyenangkan, siswa :
ü  Berani mencoba
ü  Berani bertanya
ü  Berani mengemukakan pendapat
ü  Berani mempeetanyakan gagasan orang lain

 

Matematika dalam kehidupan sehari-hari

Matematika dalam kehidupan sehari-hari baik diterapkan dalam bidang ilmu lainnya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Ada pepatah mengatakan “Siapa yang menguasai matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia”. Matematika sebagai media melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri dan mampu menyelesaikan masalah sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide dan gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. Jelas sekali bahwa Matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat menghindar dari Matematika sekalipun kita mengambil jurusan ilmu sosial tetap saja ada pelajaran Matematika di dalamnya karena mau tidak mau matematika digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya penerapan Aljabar dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Penerapan Aljabar bagi siswa

 

Tentu saja, manfaat Aljabar bagi para pelajar adalah agar nilai ulangan Matematika tidak jatuh saat diberi soal Aljabar. Dan sebagai tambahan nilai untuk nilai kelulusan. Selain itu, manfaat Aljabar yang sering diterapkan siswa adalah untuk memanajemen uang saku yang diberikan orang tua tiap minggu. Contoh penerapan aljabar dalam hal ini sebagai berikut:
Misalnya, uang saku kita sebesar Rp 70.000,00 setiap minggu. Karena setiap hari Selasa dan Rabu ada pelajaran tambahan, serta hari Jumat ada kegiatan ekstra kurikuler pada pukul 14.20 WIB sedangkan setelah pulang sekolah kita tidak pulang dahulu (langsung lanjut belajar tambahan) maka dibutuhkan uang makan + uang jajan sebesar Rp 10.000,00. Nah, kita kebingungan menentukan uang saku setiap hari selain Selasa, Rabu, dan Jum’at selama satu minggu jika dalam satu minggu itu kita ingin menabung uang sebesar Rp 25.000,00. Dengan bantuan aljabar kita dapat menentukan uang saku kita per hari.
Cara mengerjakan menggunakan Aljabar: 
Kita anggap uang saku kita per hari (selain Selasa, Rabu, dan Jumat karena sudah ada jatahnya, yaitu Rp 10.000,00) dengan x. Maka,
 

 

Rp 70.000 = (uang saku 1 minggu)

 

Rp 25.000 = (uang tabungan selama 1 minggu)

 

70.000 – 25.000 = (3 X 10.000) + 1(6x -3x)

 

Rp 45.000 = Rp 30.000 + 1(3x)

 

Rp 45.000 = Rp 30.000 + 3x

 

Rp 45.000 – Rp 30.000 = 3x

 

Rp 15.000 = 3x

 

x = Rp 15.000/3

 

x = Rp 5.000
Jadi uang sku per hari yang sudah digunakan selain selasa, rabu dan jumat (sekali lagi karena telah di jatah sebesar Rp 5000, 00. Tidak boleh lebih tetapi boleh kurang. Boleh lebih tetapi harus konsekuen, yaitu mengurangu jatah uang saku di hari berikutnya. Image